Manusia bukan pemilik kehidupan, tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimiikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu.

Cerita tidak selalu sama, episode terus berubah, berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik, bertukar-tukar. Kadang diatas, kadang dibawah, kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan. Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita yaitu:hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran.

Ketenangan sangat kita butuhkan untuk menghadapi segala situasi dalam kehidupan ini. Terutama dalam situasi sulit dan ditimpa musibah. Jika hati dalam  kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan. Kata-kata akan tetap hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apapun situasi yang sedang kita hadapi. Dan dengan itulah kemudian insyaAllah kita akan meraih keuntungan.

Ketenangan Milik Orang yang Beriman

Ketenangan adalah karunia Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman, Allah berfirman : “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada) dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS.Al Fath 48:4)

Senjata Orang Beriman

Jiwa yang tenang dan hati yang teguh adalah senjata orang-orang shaleh dari sejak dahulu dalam menghadapi kondisi sulit yang mereka temui dalam kehidupan mereka.

Ashabul kahfi adalah diantaranya, saat mereka mengumandangkan kebenaran tauhid dan orang-orang pun berusaha untuk meyakiti mereka, sehingga mereka terusir dari tempat mereka dengan meninggalkan keluarga dan kenyamanan hidup yang sedang mereka nikmati, serta tinggal di gua tanpa makanan dan minuman, ketenangan dan keteguhanlah yang membuat mereka mampu bertahan.

Allah berfirman tentang mereka, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian  telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (QS. Al Kahfi 18;14)

Meraih Ketenangan

Memang benar penting ketenangan dalam hidup kita, karena kesuksesan juga sangat bergantung kepadanya, maka bagaimanakah cara untuk meraih ketenangan itu? Sebagian orang mencari ketenangan dengan perbuatan sia-sia, sebagian mereka bahkan mencari ktenangan di tempat-tempat kemaksiatan.

Semuanya itu keliru dan fatal akibatnya. Alih-alih ketenangan, semua itu justru akan semakin membuat hati diliputi kesedihan. Jika pun ketenangan didaptkannya, namun ia adalah ketenangan yang palsu dan sesaat.

Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir al Syatsry-semoga Allah menjaganya- dalam kitabnya “Hayatu al Qulub” menyebutkan arahan-arahan yang terdapat dalam al Qur’an dan sunnah untuk meraih ketenangan :

  • Berkumpul dalam rangka mencari ilmu
  • Berdoa
  • Membaca al Qur’an
  • Memperbanyak dzikrullah
  • Bersikap hati-hati dari perkara syubhat
  • Jujur dalam berkata dan berbuat

Jika kita dapat mempertahankan ketenangan hati sehingga senantiasa teguh berada dalam jalan Allah, apapun yang terjadi kepada kita, maka bergembiralah, karena kelak saat kita meninggalkan dunia yang fana ini, akan ada yang berseru kepada kita dengan seruan ini:

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam Jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al Fajr 89:27-30) (Lihat Hayatu al Qulub: 90-91)

Wallahu’alam, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad

(Muslim.od.id)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *